Kamis, 11 November 2010

Komunikasi Efektif



Komunikasi Efektif


Arum Ria Rahajeng
Marketing Communications
44308010019

 KATA PENGANTAR
Puji saya panjatkan kehadirat Tuhan YME karena dengan rahmat-Nya lah saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan lancar. Tidak lupa ucapan terima kasih saya haturkan kepada Ibu Yoyoh selaku dosen Interpersonal Skill yang telah membiming saya dalam menyelesaikan makalah ini, serta kepada kedua orang tua saya, dan banyak segenap kawan-kawan yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.
Dalam makalah ini saya menjelaskan secara terperinci tentang Komunikasi Efektif  dari mulai pengertian komunikasi, fungsi komunikasi, sampai dengan bagaimana cara menciptakan komunikasi yang efektif.
Dengan adanya makalah ini, saya berharap bisa menambah keingin tahuan orang yang membaca tentang apa itu komunikasi dan segala macam yang berhubungan dengan komunikasi.
Penulis sadar, makalah ini masih banyak kekurangan baik dalam isi pembahasan dan juga penulisan, maka dari itu apabila ada kesalaha dalam penulisan dan informasi, penulis mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya.






                                                                                                            Penulis

  Arum Ria Rahajeng
BAB I
PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Komunikasi adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan social tanpa komunikasi kita tidak akan tahu segala perkembangan yangterjadi di sekitar kita, tanpa komunikasi kita tidak akan tahu apa yang di inginkan sekeliling kita, tanpa komunikasi kita tidak akan bisa melangsungkan kehidupan. Kita sebagai makhluk social memang ditakdirkan stidak bisa hidup sendiri, kita pasti butuh bantuan orang lain, disinilah pentingnya peran komunikasi.

Perlu kita ketahui, komunikasi bukanlah hal yang mudah, untuk mencapaiapa yang kita inginkan, kita perlu mencapai komunikasi yang efektif, dan untuk mencapai komunikasi yang efektif sangat lah diperlukan proses komunikasi yang sempurna, dari mulai sumber, pesan, saluran, penerima, feed back. Kelima element itulah yang sangat mempengaruhi bisa atau tidaknya tercipta komunikasi yang efektif.

Bisa kita katakan komunikasi yang kita lakukan sudah efektif apabila, adanya encoding-decoding yang berlangsung dalam kegiatan komunikasi.


BAB II

PEMBAHASAN


Beberapa definisi komunikasi:

·         Harold Laswell: Komunikasi adalah gambaran mengenai siapa, mengatakan apa, melalui media apa, kepada siapa, dan apa efeknya.

·         William J. Seller: Komunikasi adalah proses dimana simbol verbal dan nonverbal dikirimkan, diterima dan diberi arti.

·         Onong Cahyana Effendi: Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media).

Dari beberapa definisi diatas dapat saya simpulkan, komunikasi dapat diartikan suatu proses penyampaian pesan dari sumber (komunikator) ke penerima pesan (komunikan) melalui sumber atau saluran  yang ditentukan  dan  berdampak yang positif atau negative, dampak disini biasa disebut feed back. Proses komunikasi tidak selalu dilakukan dengan lisan, tulisan, komunikasi juga bisa dilakukan dengan gerakan-gerakan atau symbol tertentu yang memiliki makna tertentu yang bisa dipahami oleh si penerima pesan.

Komunikasi memiliki beberapa fungsi, antara lain:

·         To educate

·         To inform

·         To persuade

·         To entertain

·         To influence


Element-element komunikasi, yakni:

·         Sumber (source)

·         Pesan (message)

·         Saluran (channel)

·         Penerima (receiver)

 

Keempat elemen inilah yang menjadi kompeonen utama penentu keberhasilan suatu komunikasi, bila salah satu dari element tersebut tidak diadakan dalam proses komunikasi, maka komunikasi tidak akan berhasil sempurna.

Selain ke empat elemen tadi, ada 3 elemen tambaha, yakni:
  1. Feedback (Umpan Balik), Umpan balik adalah suatu respon yang diberikan oleh penerima. Penerima disini bukan dimaksudkan kepada penerima sasaran (khalayak), namun juga bisa didapatkan dari media itu sendiri. Misal, kita sebagai seorang penulis mengirimkan sebuah artikel kepada suatu media massa. Lalu, bisa saja kita artikel kita ternyata bagus, namun ada beberapa hal yang harus di edit. Sehingga, pihak media mengembalikan artikel kita untuk di edit ulang.
  2. Efek, sebuah komunikasi dapat menyebabkan efek tertentu. Efek komunikasi adalah sebuah respon pada diri sendiri yang bisa dirasakan ketika kita mengalami perubahan (baik itu negatif atau positif) setelah menerima pesan. Efek ini adalah sebuah pengaruh yang dapat mengubah pengetahuan, perasaan, dan perilaku (Kognitif, afektif, dan konatif)

  3. Lingkungan, adalah sebuah situasi yang dapat mempengaruhi terjadinya suatu komunikasi. Situasi Lingkungan terjadi karena adanya 4 faktor :
  • Lingkungan Fisik(Letak Geografis dan Jarak)
  • Lingkungan Sosial Budaya (Adat istiadat, bahasa, budaya, status sosial)
  • Lingkungan Psikologis ( Pertimbangan Kejiwaan seseorang ketika menerima pesan)
  • Dimensi Waktu (Musim, Pagi, Siang, dan Malam)






Wilbur Schramm (dalam Effendy, 1994) menyatakan bahwa komunikasi akan berhasil (terdapat kesamaan makna) apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator cocok dengan kerangka acuan (frame of reference) , yakni paduan pengalaman dan pengertian (collection of experiences and meanings) yang diperoleh oleh komunikan. Selain itu bidang (field of experience) merupakan faktor penting juga dalam komunikasi. Jika bidang pengalaman komunikator sama dengan bidang pengalaman komunikan, komunikasi akan berlangsung lancar.

Dari yang dikemukakan oleh Wilbur Scharmm dapat dismpulkan, untuk berkomunikasi efektif tidaklah mudah, antara komunikan dan komunikator harus memiliki setidaknya persamaan dalam beberapa hal. Dengan adanya persamaan-persamaan tersebut, maka komunikasiakan berjalan efektif, tepat pada ada yang diiinginkan oleh komunikator, dan feed back yang diharapkan pun akan baik. Dalam proses komunikasi yang efektif, ada proses yang di sebut proses encoding-decoding, yakni teknik penyampaian pesan  dan penerimaan pesan.

Encoding ialah cara komunikator menyampaikan pesan ke komunikan dengan baik, dengan melihat siapa yang diajak brekomunikasi. Sedangkan decoding ialah proses dimana penerima pesan atau komunikan menengkap pesan yang telah disanpaikan oleh komunikator dan pemahaman pesan, yang berjung pada feedback.

Feed back positif akan terjadi apabila proses encoding yang dilakukan oleh komunikator sempurna, ada banyak hal yang harus diperhatikan oleh komunikator dalam menyampaikan pesan ke komunikan anatara lain memahami latar belakang pengalaman, kemampuan, kecerdasan, minat dan lain-lain dari penerima.
Menurut Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss,  komunikasi yang efektif setidaknya harus menghasilkan 5 hal, antara lain:

  1. Pengertian dan menyampaikan informasi
  2. Kesenangan
  3. Pengaruh pada sikap
  4. Hubungan yang makin baik dan tindakan
  5. Menghasilkan tindakan nyata

1.                  Pengertian dan Menyampaikan Informasi
Ketepatan dalam memberikan atau penyampaian informasi oleh komunikator ke komunikas, agar apa yang dimaksud oleh komunikator tidak diartikan lain. Misalnya, kata gila yang disampaikan ke komunikan dapat dipersepsikan berbeda-beda oleh setiap komunikan, tergantung bagaimana si komunikator menyampaikannya, terkait dengan gesture, mimik wajah, dan intonasi.

2.                  Kesenangan
Tidak semua yang kita sampaikan harus berbentuk informasi yang monoton, tetapi komunikasi juga harus menimbulkan rasa senang, akrab, hangat dan kekeluargaan misalnya kita menyapa teman lama yang sudah lama tidak bertemu dengan kalimat ” Apa kabar, lama tidak jumpa.”

3.                  Pengaruh Pada Sikap
Komunikasi yang kita hasilkan haruslah dapat sedikit banyak mempengaruhi seseorang yang kita ajak berkomunikasi. Disinilah fungsi komunikasi persuasi berlangsung, persuasi sendiri berarti mempengaruhi atau mengajak. Contohnya, seorang khatib masjid yang sedang memberikan ceramah di masjid, khatib tersebut menerangkan bahwa berzakat adalah wajib bagi semua umat Islam.


4.                  Hubungan yang Makin Baik dan Tindakan
Sebuah penelitian yang pernah dilakukan oleh Philip G Zimbardo, membuktikan kurangnya komunikasi (disebabkan oleh anonimitas/tidak saling mengenal) menjadikan orang menjadi agresif, senang mencuri dan merusak dan kurang memiliki tanggung jawab sosial.

5.                  Menghasilkan Tindakan Nyata
Keberhasilan komunikasi biasanya diukur dari tindakan nyata yang dihasilkan. Karena untuk menghasilakan tindakan, kita harus berhasil lebih dahulu menanamkan pengertian, membentuk dan mengubah sikap atau menumbuhkan hubungan yang baik. Tindakan adalah hasil dari komulatif sebuah proses komunikasi.



KESIMPULAN

Manusia ditakdirkan menjadi makhluk sosial, tidak bisa hidup tanpa bantuan oarng lain. Komunikasi adalah salah satu cara untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, tanpa komunikasi hidup kita akan statis, tidak berkembang. Komunikasi sangat lah membantu kita untuk mencurahkan apa yang kita butuhkan, apa yang kita inginkan kepada orang lain yang kita aja untuk berkomunikasi, asalakan proses komunikasi yang kita lakukan sempurna, dan faktor-faktor penting dalam komunikasi kita perhatikan saan berkomunikasi. Dengan itu semua, maka akan tercipta komunikasi yang efektif dan apa yang kita butuhkan dan kita inginkan dapat terjuwud sesuai tujuan kita.








DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar