Manajemen diri menurut definisi saya adalah motode mgangatur atau mengkontrol apa, dimana, kapan, bagaimana kita (diri sendiri) yang akan kita lakukan. Semua yang kita lakukan harus ada pengendaliannnya, karena dari pengendalian itulah dapat tercipta suatu kesuksesan yang akan kita tuju. Manajemen sendiri saya artikan mengatur, mengelola, memimpin, dan kata ”diri” sendiri saya artikan apa yang saya lakukan, dimana saya ada, dan segala sesuatu tentang saya adalah artikata dari ”diri”.
Setiap manusia pasti pernah melakukan berbagai kesalahan, baik yang disengaja, ataupun tidak, disinilah pentingnya peran manajemen diri. manajemen diri sangatlah penting dalam segala situasi. Manajemen diri dapat mengendalikan segala perbuatan kita, manajemen diri bisa membuat kita intropeksi diri dari segala perbuatan yang telah kita perbuat, manajemen diri dapat membuat diri kita menjadi pemimpin yang tangguh, manajemen diri pun dapat membuat kita menjadi seorang pemenang.
Ya, ”pemenang”, pemenang disini saya artikan bahwa, menang dalam melawan rasa egois yang ada dalam diri kita. Egois berasal dari 2 kata yaitu, ”ego” yang berarti diri sendiri, pribadi, kemudian ”is” berarti kepentingan, mengutamakan. Jadi egois dapat dapat disumpulkan mengutamakan diri sendiri tanpa menghiraukan orang lain yg ada disekitarnya.
Beberapa waktu yang lalu saya membaca artikel yang berisi tentang Mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studinya (perguruan tinggi) di Univ. Al-Azhar di Mesir. Ternyata kebanyakan mahasiswa yang belajar disana tidak sepenuhnya menjadi mahasiswa sungguhan. Diantara mereka ada yang ke mesir hanya untuk mendapatkan visa misalnya, menjadi istri dari lelaki yang sedang menuntut ilmu dimesir, atau sebaliknya, ada yang hanya mengejar gelar, dan masih banyak lagi alasan mereka yang menuntut ilmu di mesir.
Tidak saya pungkiri menahan rasa keinginan dan melawan hawa nafsu yang negatif tidaklah ringan, namun inilah tantangan, disinilah kemampuan kita untuk mengelola segala keinginan-keinginan yang hanya mengandalkan emosi semata. Saya pun sampai saat ini belum bisa (bukan berarti tidak sama sekali) mengelola, dan mengontrol diri sendiri.
Tetapi, setelah apa yang terjadi dalam diri saya dan kejadia-kejadia yang telah saya alami selama 21tahun belakangan ini membuat saya sadar akan ketidak tepatan saya dalam mengelola diri saya sendiri. Saya sering bahkan terlampau sering mengabaikan waktu dan kesempatan, saya pun sering mempergunakan waktu yang seharusnya bisa diisi dengan segala hal yang bisa membuat jalan menuju kesuksesan berada dekat didepan mata. Dan kesalahn fatal yang paling membuat saya merasa saya adalah manusia yang sangat merugi ialah, selama 21 tahun ini saya sering berfikir saya tidak mampu melakukan hal yang ikin saya lakukan dan saya sering membatasi diri saya.
Ada point yang saya sadari bahwa sangatlah penting berfikiran positif dalam segala hal, karena apa yang kita fikirkan, kita bayangkan maka itu yang akan terjadi. Point penting ini saya dapatkan dari seorang dosen yang kala itu sangatlah memberi pesan moral penting tentang berfikir positif. Berfikir positif bahwa kita pasti bisa melompat tinggi bahkan jauh lebih tinggi dari yang kita bayangkan. Jika kita berani melompat tinggi kita pasti bisa mencapai apa yang kita inginkan. Coba kita renungkan apakah semua cita-cita kita atau katakanlah keinginan, mimpi-mimpi kita sudah semua tercapai? Jika belum, jawabannya adalah ada pada diri kita sendiri. Disadari atau tidak segala hal yang kita raih saat ini adalah berasal dari mimpi, usaha, motivasi diri dan “makanan” untuk manajemen diri kita.
Saatnya kita membuat batasan yang lebih menantang dan kemudian tantanglah batasan itu sampai kita berhasil mencapainya. Berikan makanan yang positif kepada manajemen diri kita terutama kedalam pikiran kita dan lakukan pengulangan agar keyakinan positif itu menjadi kebiasaan positif kita sehari-hari, yang akhirnya sebuah pikiran dapat merupakan kunci kegagalan sekaligus keberhasilan.
Jika kita memberikan masukan pikiran positif ke dalam pikiran kita maka ia akan menjadi kekuatan yang tak tergoyahkan. Dan sebaliknya jika kita memasukan pikiran yang negatif itu akan membuyarkan semua kesempatan yang
ada di depan mata kita
BERMIMPILAH. Bermimpi ialah salah satu wujud dari manajemen diri pula.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar