Semua kejadian atau aktivitas pasti membutuhkan komunikasi. Komunikasi adalah jembatan segala akar permasalahan yang ada. Untuk berkomunikasi tidaklah mudah juga tidaklah sukar, tergantung bagaimana kita bisa mengendalikan kondisi sekeliling kita, terlebih musuh yang paling sulit dilawan adalah rasa ketidak percayaan diri kita, bahwa sebenarnya kita mampu untuk bisa berbicara, mampu untuk bisa memimpin, dan mamou untuk bisa membuktikan bahwa kita layak didengar.
Untuk berkomunikasi sejatinya dibutuhkan beberapa teknik, terlebih berbicara didepan umum, yang kita dituntut untuk lebih ekspresif, persuasif, dan komunikatif. Untuk mewujudkan komunikasi yang perfect seperti yang saya sebutkan tadi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Untuk lebih jelasnya, saya akan telebih dahulu menjelaskan, apa itu Public Speaking?
Public speaking atau berbicara di depan publik bagi sebagian orang merupakan hal yang berat dan sukar, bahkan jika perlu dihindari. Ada juga yang beranggapan bahwa public speaking bukanlah bagian dari jalan hidupnya, biarlah orang lain yang memang berbakat untuk menjadi pembicara yang melakukannya.
Apakah public speaking adalah persoalan bakat? Tidak. Setiap orang punya bakat yang sama untuk berbicara, tinggal bagaimana orang tersebut mengembangkannya. Kunci dari Public Speaking ialah latihan dan percaya diri bahwa kita mampu.
Dapatkah orang yang pendiam/introvert menjadi pembicara yang ulung? Tentu saja bisa. Pendiam hanyalah soal pembawaan. Banyak pemimpin yang berpembawaan diam, namun saat berorasi berapi-api dan mampu mengobarkan semangat.
Kemampuan berbicara di depan umum tidaklah dimiliki setiap orang karena kemampuan ini berkaitan erat dengan citra pribadi. Biasanya orang yang memiliki kemampuan ini sering disebut dengan "pemimpin". Kemampuan berbicara di depan umum dapat dimiliki karena adanya bakat alam (sering disebut "dilahirkan"), dengan menjalani pelatihan atau secara spontan muncul dalam situasi darurat (bersifat sementara).
Public Speaking yang berhasil, ditentukan oleh empat faktor penting, yaitu dengan "Mengatasi Hambatan Kepribadian", "Penggunaan Body Language Secara Tepat", "Metode Penyampaian yang Sistematis dan Tepat Sasaran", serta "Penggunaan Alat Peraga." Selain itu, tentu saja diperlukan persiapan yang mantap, pelaksanaan yang meyakinkan, feeling dan finishing touch yang manis.
Kondisi Umum
- Usahakan Anda terlihat oleh audiens
- Pastikan suara Anda terdengar oleh seluruh audiens
- Lakukan kontak mata
- Katakan dengan wajah
- Jangan tegang/menunduk, senyumlah dan tatap pendengar
Berbicara Efektif dan Menarik
- Membangun rapport dengan audiens
- Menarik perhatian dan minat audiens
- Menyampaikan gagasan
- Menyimpulkan: menguatkan gagasan utama yang disampaikan
- Menutup Pembicaraan
Membangun Rapport
- Berbagi identitas
- Membangun pengalaman positif
- Cross-matching harapan dan nilai audiens
- Memunculkan humor yang sehat
Menarik Perhatian dan Minat Audiens
- Hubungkan topik dengan audiens
- Sampaikan pentingnya topik Anda
- Kejutkan audiens dengan hal-hal tak terduga
- Bangkitkan keingintahuan
- Ajukan pertanyaan
- Awali dengan kutipan
Menyampaikan Gagasan
- Sampaikan ide Anda dengan antusias
- Sesuaikan bahasa dengan audiens
- Gunakan alat bantu yang sesuai
- Selingi dengan humor, cerita, puisi, dll
- Ajak keeterlibatan peserta
Mendayagunakan Suara
- Sampaikan ide dengan volume suara yang didengar oleh seluruh audiens, pilih kata yang tepat, pelafalan yang jelas, dan intonasi yang sesuai
- Gunakan suara lantang untuk semangat, komando dan perintah. Suara lirih untuk hal penting
- Variasikan kecepatan bicara untuk meningkatkan kepentingan pesan Anda. Variasikan dengan jeda yang sering, irama yang mantap, dan kalimat yang pendek
Gerakan Tubuh
- Be Natural: jangan diam atau terlihat kaku
- Gunakan gerakan tangan, langkah kaki, untuk memperkuat arti
- Lakukan sedikit gerak untuk audiens, cukup ekspresi wajah dan gerakan tangan.Jika audiens banyak, perbanyak gerak
- Untuk menjelaskan konsep abstrak, kurangi gerak dan bicaralah perlahan. Untuk topik ringan, perbanyak gerak
Melibatkan Audiens
- Komunikasi perlu diadakan secara dua arah agar dapat saling memberi feedback
- Menyerap informasi hanya melalui pendengaran hasilnya kurang optimal
Yang Membuat Audiens Malas Terlibat
- Sedikit kontak pribadi, tidak melakukan kontak mata, dan tidak memanggil dengan nama peserta
- Membuat peserta pasif
- Selalu mengkritik pertanyaan, usulan, jawaban, dan tingkah laku peserta
- Membuat peserta merasa bodoh karena bertanya
Teknik Mengajukan Pertanyaan
- Ajukan satu pertanyaan dalam satu waktu
- Hindari pertanyaan tertutup dan direktif
- Pertanyaan harus terfokus, tidak kabur
- Ajukan pertanyaan yang memungkinkan peserta menunjukkan kepandaiannya
- Ajukan pertanyaan yang merangsang interaksi peserta
- Perhatikan peserta yang diam
- Tunggu jawaban beberapa saat
Teknik Berespon terhadap Jawaban Peserta
- Perhatikan jawaban verbal dan non-verbal
- Variasikan respon untuk jawaban yang berbeda
- Puji jawaban yang benar
- Perbaiki jawaban yang salah dengan cara tidak mengkritik
Mengakhiri Pembicaraan
- Simpulkan pembicaraan
- Akhiri dengan mengutip kata-kata bijak yang sesuai dengan tema Anda
- Buat pertanyaan yang dramatis
- Jika ide Anda berupa ajakan, beri semangat melakukannya
Sumber:
- http://id.wikibooks.org/wiki/Kurikulum_Kepemimpinan/Public_Speaking
- http://indosdm.com/public-speaking-pedoman-berbicara-di-depan-publik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar